Kamis, 29 Desember 2016

Tujuan Bimbingan


Tujuan bimbingan ialah agar individu dapat:
  1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang;
  2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin
  3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerja;
  4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.
Untuk tercapainya tujuan-tujuan tersebut, harus mendapatkan kesempatan untuk:
  1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya;
  2. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya;
  3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut;
  4. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri;
  5. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat;
  6. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; dan
  7. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara teratur dan tepat secara optimal.

Persepsi


Persepsi adalah proses diterimaanya rangsang (objek, kualitas, hubungan antara gejala) sampai rangsang itu disadari dan dimengerti.

Persepsi memiliki tiga syarat yaitu:
  1. Adanya objek yang di persepsi
  2. Adanya alat indera
  3. Adanya perhatian
Dimensi ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang) dapat mengatakan luas-sempit
Dunia persepsi mempunyai dimensi waktu, seperti tepat lambat
Dunia persepsi adalah dunia penuh arti
Pengamatan dunia nyata

Konstansi persepsi memiliki 3 macam, yaitu:
  1. Konstansi tempat atau lokasi
  2. Konstansi warna
  3. Konstansi bentuk dan ukuran
 Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah sebagai berikut :
  1.  Faktor internal: perasaan, sikap dan kepribadian individu, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, gangguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi.
  2. Faktor eksternal: latar belakang keluarga, hal-hal baru dan familiar atau ketidak asingan suatu objek.

Metode Psikologi


Metode Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri yang telah menggunakan metode ilmiah dalam mengumpulkan data yang diperlukan.

Metode dalam psikologi sebagai berikut:
  1. Metode Eksperimental: observasi terhadap suat kejadian atau gejala yang berlangsung dibawah kondisi tertentu. Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Metode eksperimen dilakukan untuk menguji keabsahan dan kecermatan
  2. Metode Observasi: Pengamatan dan perekaman peristiwa untuk menarik kesimpulan. Metode ini dilakukan terhadap subjek dan objek. Peneliti mengidentifikasi subjek dengan mengamati perilaku subjek setiap harinya untuk mengetahui hasilnya.
  3. Metode Studi kasus: metode pendekatan untuk mempelajaru, menerangkan atau menginterprestasi suatu kasus dalam konteksnya. Metode ini dilakukan dengan cara menganalisa kasus.
  4. Metode Survey: metode yang mengumpulkan sejumlah besar individu melalui alat pengukur seperti wawancara.
  5. Metode Klinis: Metode ini hanya digunakan oleh para ahli psikologi klinis atau psikiater. Metode klinis hanya diberlakukan untuk menyelidiki anak atau siswa yang mengalami penyimpangan psikologis tak terkecuali penyimpangan perilaku( maladaptive behaviour atau misbehaviour)

18 Prinsip khusus bimbingan di lingkungan sekolah


18 Prinsip khusus bimbingan di lingkungan sekolah, yaitu sebagai berikut:
  1. Bimbingan ditunjukan bagi semua siswa;
  2. Bimbingan membantu perkembangan siswa kearah kematangan
  3. Bimbingan merupakan proses layanan bantuan kepada siswa yang berkelanjutan dan terintegrasi
  4. Bimbingan menekankan berkembangnya potensi siswa secara maksimum
  5. Guru merupakan co-fungsionaris dalam proses bimbingan
  6. Konselor merupakan co-fungsionaris utama dalam proses bimbingan
  7. Administrator merupakan co-fungsionaris yang mendukung kelancaran proses bimbingan 
  8. Bimbingan bertanggung jawab untuk mengembangkan kesadaran siswa akan lingkungan dan mempelajarinya secara efektif
  9. Untuk mengimplementasikan berbagai konsep bimbingan melibatkan pihak administrator, konselor dan guru
  10. Bimbingan perkembangan membantu siswa untuk mengenal, memahami, menerima dan mengembangkan diri sendiri
  11. Bimbingan perkembangan berorientasi kepada tujuan
  12. Bimbingan perkembangan menekankan kepada pengambilan
  13. Bimbingan perkembangan orientasi masa depan
  14. Bimbingan perkembangan siswa sebagai seorang pribadi yang utuh
  15. Bimbingan perkembangan difokuskan kepada pengembangan kekuatan pribadi
  16. Bimbingan perkembangan cenderung membantu perkembangan siswa secara langsung
  17. Bimbingan perkembangan difokuskan kepada proses pemberian dorongan
  18. Bimbingan perkembangan berorientasi masa depan

Ragam Bimbingan Menurut Masalah


Masalah individu, memiliki empat jenis bimbingan yaitu:
1.      Bimbingan Akademik
Bimbingan Akademik merupakan bimbingan yang mengarah untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam akademik. Masalah-masalah akademik, yaitu: pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, penyelesaian tugas-tugas dan perencanaan pendidikan lanjutan. Bimbingan ini, dilakukan dengan cara mengembangkan suasana belajar mengajar yang kondusif, agar terhindar dari kesuliatan belajar. Para pembimbing berupaya memfasilitasi individu dalam mencapai tujuan akademik yang diharapkan.
2.      Bimbingan Pribadi Sosial
Bimbingan ini, merupakan bimbingan untuk membantu individu dalam memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial. Masalah-masalah pribadi-sosial, yaitu: masalah hubungan dengan sesama teman dengan guru/dosen serta staff, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dari masyarakat. Bimbingan pribadi-sosial diarahkan untuk mengembangkan kemampuan individu dan memantapkan kepribadian dalam menangani masalah-masalah dirinya.
3.      Bimbingan Karir
Bimbingan ini, merupakan bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir, seperti: perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, pemahaman kondisi dan kemampuan diri.
4.      Bimbingan Keluarga
Bimbingan ini merupakan upaya pemberian bantuan kepada individu sebagai pemimpin atau anggota keluarga agar mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, dapat menyesuaikan diri dengan norma keluarga. Bimbingan ini bersifat edukatif, pengembangan dan outreach. Teknik bimbingan yang digunakan yaitu teknik-teknik pembelajaran, pertukaran informasi, tutorial dan konseling.

Jam Pelajaran Di Indonesia


Indonesia memiliki 1.095 jam pelajaran per tahun. Bandingkan dengan Korea Selatan yang mempunyai 903 jam pelajaran per tahun dan Jepang yang memberlakukan 712 jam pelajaran per tahun berada di peringkat atas dunia. Siswa Indonesia bagus mengerjakan soal yang sifatnya hafalan. Namun, dalam mengaplikasikan dan menalar masih rendah. Pembelajar di sekolah, yang dimulai dari ulangan harian dan ujian sekolah, tidak mengasah nalar. Ujian Nasional juga terlalu banyak ditempeli beban. Pembelajaran lewat mata pelajaran bukan untuk menguasai pengetahuan melainkan membangun kompetensi.

Indonesia menempatkan urutan bawah. Skor Matematika 397, menempatkan Indonesia di nomor 45 dari 50 negara. Sedangkan dibidang Sains dengan skor 397, Indonesia di urutan ke 45 dari 48 negara. Kemampuan siswa sebenernya bisa dioptimalkan jika sifatnya rutin, dibiasakan, atau dekat dengan konteks sehari-hari. Jika sudah dituntut interpretasi dari beragama sumber informasi, siswa memiliki kesulitan. Akibatnya, siswa tidak bisa membuat kesimpulan sendiri. Dari hasil Indonesia National Assesment Programme (Penilaian Mutu Tingkat Kompetensi), tahun ini diujikan untuk siswa kelas V SD, menunjukan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Seharusnya siswa harus dibiasakan berlatih soal-soal non rutin, belajar dengan alat-alat peraga, lalu guru sebagai pendidik harus mengembangkan metode pembelajaran dan penilaian nalar.

Konflik dan Frustasi


Konflik
Didalam kehidupan sehari –hari, kadang individu menghadapi beberapa motif yang saling
bertentangan. Dengan demikian individu berada dalam keadaan konflik fisikis, yaitu usaha pertentangan batin, suatu keseimbangan, suatu keragu – raguan motif mana yang akan diambil.

Konflik dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Konflik mendekat-mendekat, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi 2 motif positif yang sama kuat. Konflik ini, motif yang disenangi atau diinginkan individu.
2. Konflik menjauh-menjauh, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi 2 motif negative yang sama kuat. Konflik ini, motif yang tidak disenangi individu.
3. Konflik mendekat-menjauh, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi satu situasi yang mengandung motif posit dan negative sama kuat.

Selain ketiga konflik tersebut, juga terdapat konflik ganda (double approach-avoidance conflict), yaitu konflik psikis yang dialami individu dalam menghadapi dua situasi atau lebih yang mengandung motif positif dan negative sekaligus dan sama kuat.

Frustasi
Frustasi dapat diartikan sebagai kekecewaan dalam diri individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya keinginana. Pengetia lainnya frustasi adalah rasa kecewa yang mendalam, karena tujuan yang dikehendaki tak kunjung terlaksana.

Sarlito wirawan menjadikan 3 golongan frustasi yaitu :
1. Frustsi lingkungan adalah frustasi yang disebabkan oleh rintangan yang terdapat dalam lingkungan.
2. Frustasi pribadi adalah frustasi yang timbul dari ketidak amampuan orang mencapai tujuan.

3. Frustasi konflik adalah frustasi yang disebabkan oleh konflik dari berbagai motif dalam diri seseorang.